Movie Review: A Ghost Story

Movie Review : A Ghost Story

Director : David Lowery

A24 Production

 

A GHOST STORY : Kehampaan yang memukau

PLOT

C (Casey Affleck) adalah seorang musisi yang tinggal dengan istrinya, M (Rooney Mara), di sebuah rumah di pinggir kota kecil di daerah Dallas-Fort Worth. Suatu malam, mereka mendengar suara piano yang keras, namun mereka tidak dapat menemukan penyebab kerasnya piano tersebut. Beberapa waktu kemudian, C meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di luar rumahnya. Di kamar jenazah, C terbangun sebagai hantu yang ditutupi selembar kertas putih dengan dua lubang hitam untuk mata. Saat hantu C berjalan tanpa tujuan di rumah sakit, ketika tidak ada orang yang bisa melihatnya, ia tiba di ujung koridor dan melihat sebuah lampu yang sangat terang dan menyala di depannya. Setelah menatapnya, pintu akhirnya ditutup dan hantu C pergi meninggalkan rumah sakit.

PENYUTRADARAAN

A Ghost Story merupakan film dari Production house langganan Academy Award, A24 yang Menghadirkan perspektif baru dari sudut pandang tokoh utama dalam jagat Feature Film. Bergenre Horror-Drama-Fantasi, Film yang disutradarai oleh David Lowery (Petes Dragon, Aint Them Bodies Saints) mampu membuat penonton bosan sekaligus terpukau dengan sudut pandang tokoh utama yang merupakan seorang hantu. Alih-alih menakutkan, David hadir dengan tensi drama yang jauh lebih besar. Minimnya dialog dalam film ini diolah dengan cukup berhasil walau di beberapa bagian tidak terlalu tergambar jelas apa motif sang tokoh melakukan hal tersebut.

TEKNIS PRODUKSI

Berangkat dari kecintaan David pada gambar yang berbicara, Film yang dibintangi Casey Affleck dan Rooney Mara ini menghadirkan tempo yang berjalan sangat lambat dan terkesan sangat bermain dengan tubrukan emosi. Pengambilan gambar yang mayoritas One-Scene-One-Shot dengan gaya Still membuat beberapa penonton merasa bosan dan menguap. Segmen Penonton film ini tidak menyeluruh, akan banyak yang suka dan tidak sedikit juga membenci. Beruntungnya, Tata Suara di film ini cukup membantu dalam lonjakan emosi.

PENULISAN

Penulisan Skenario dan cara bertutur yang begitu puitis mampu menembus perasaan sebagian penonton. Mengapa sebagian? Segmen itu tadi, Banyak yang mengerti dan ada juga yang bahkan tidak mengerti sama sekali apa maksud dari adegan tersebut. Sebagai penikmat film, khususnya sudah terbiasa dengan cara bertutur seperti ini tidak akan terganggu. A Ghost Story mampu membuat khayalan waktu yang akurat, meskipun sama sekali tidak dijelaskan, Kapan kejadian tersebut dan dimana. Penulisan Skenario yang baik di dukung oleh kualitas acting dari jajaran pemain cukup maksimal, membuat film yang menurut sebagian orang Ngebosenin ini cukup nikmat untuk disimak hingga akhir durasi.

Curiosity dalam cerita juga dibangun cukup kuat. Apa yang akan terjadi setelah ini, selalu menjadi pertanyaan di kepala dan akan di jawab melalui scene demi scene yang ditata sedemikian rupa. Lonjakan emosi Hantu Putih menyerupai Selimut ini sangat terasa, Senang, Sedih, atau bahkan ketika Marah sekalipun! Tokoh Hantu kita mampu menembus hal tersebut walau hanya berbalut kain putih. Secara Keseluruhan, A Ghost Story ini merupakan Puisi indah yang dibawakan hampa oleh seseorang yang rupawan. Banyak yang masih harus dibenahi, ditambah banyak juga hal-hal yang membuat kita berfikir Bagaimana ini bisa terjadi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *