Pementasan Indah Pengingat Sejarah

25 April 2016, Teater keliling bekerja sama dengan GSSTF Unpad melakukan pementasan bertajuk kolaborasi Jas Merah dari Pulau Jawa di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) – Jatinangor. Pementasan ini merupakan rangkaian tur jawa yang dilakukan oleh teater keliling. Sebelumnya pementasan ini telah dipentaskan di 6 kota yaitu, di Pangandaran pada tanggal 12 April, Purwokerto pada tanggal 14 April, Pati pada tanggal 16 April, Kudus pada tanggal 18 April, Semarang pada tanggal 20 April, dan Pekalongan pada tanggal 22 April. Setelah pementasan di Jatinangor tur jawa mereka akan ditutup dengan melakukan pementasan di Kota Bandung tepatnya di Aula Barat Istitute Teknologi Bandung pada tanggal 26 April 2016.

Pada tanggal 24 April 2016 tepatnya pukul 15.15 WIB, rombongan Teater Keliling tiba di Jatinangor. Mereka langsung menuju tempat pementasan untuk melihat-lihat suasana tempat yang akan menjadi medan perang mereka dengan penonton. Setelah itu, mereka menuju penginapan untuk beristirahat. Selepas magrib, tim dari GSSTF Unpad dan Teater keliling berencana memulai dekorasi, akan tetapi terdapat sedikit kendala yaitu padamnya aliran listrik di sekitar Jatinangor. Pada akhirnya dekorasi dimulai pukul 20. 00 WIB, setelah aliran listrik menyala.

Dekorasi dilakukan hingga pukul 01. 00 WIB esok hari. saat melakukan dekorasi ruangan dan persiapan pementasan Tim dari GSSTF dan rombongan teater keliling saling bercengkrama dan mengakrabkan diri. Malam itu nuansa PSBJ hangat dengan perbincangan dan pergerakan dari setiap orang yang terlibat dalam pementasan tersebut. Tim dari Teater keliling tidak membutuhkan waktu lama dalam memasang properti pementasan.

Pukul 10. 00 WIB Workshop Teater keliling dimulai, peserta yang datang lebih dari 20 orang. Peserta begitu antusias mengikuti workshop ini. Olah raga dan olah rasa adalah materi yang diberikan pada Workshop kali ini. Workshop olah raga diberikan oleh Adi yang pada pementasan kali ini memerankan tokoh Kor. Sedangkan workshop olah rasa diberikan oleh Rudolf Puspa yang pada pementasan kali ini bertindak sebagai sutradara. Workshop selesai pukul 12. 00 WIB.

Pukul 15. 00 pintu ruangan pementasan Kolaborasi Teater Keliling dan GSSTF bertajuk “Jas Merah Dari Pulau Jawa” dibuka. Penonton yang sudah memiliki tiket pementasan pun segera memasukinnya. Acara dibuka oleh pembawa acara dan penyaji pertama pun mulai naik panggung yaitu grup musik “Simfoni Tengah Malam” membawakan 3 buah lagu yang bejudul “Bongkar” yang di populerkan oleh Iwan Fals dan 2 buah lagu karya mereka yang berjudul “Kaki Kecil dan Tanah” serta “Asa”. Penyaji selanjutnya adalah penampilan puisi dari GSSTF Unpad membawakan karya Wiji Tukul. Setelah itu barulah Teater keliling melakukan pementasannya. Pementasan dibuka dengan monolog dari Rudolf Puspa yang berusaha mendekatkan diri dengan penonton.

IMG_0340

Lebih dari 150 penonton terpaku ketika pementasan dimulai, terlebih ketika adegan para pahlawan dari masa lalu datang menghampiri 3 tokoh pemuda yang pada pementasan ini sedang melakukan temu kangen. Nuansa nasionalis jelas tergambar dari properti serta musik yang disajikan oleh Teater keliling. Serta gelak tawa kerap menghiasi penonton dalam beberapa bagian selama pementasan ini.Pesan yang ingin disampaikan pada pementasan kali ini adalah jangan sesekali melupakan sejarah (JAS MERAH) dan Teater Keliling berhasil menyampaikannya dengan baik “Kesan Nasionalisnya kental sekali, pementasan ini mengingatkan saya pada pengorbanan-pengorbanan pahlawan di masa lalu, dan kita sebagai generasi muda seharusnya bisa melanjutkan perjuangan mereka yang telah gugur dengan melakukan pembangunan di negeri ini” Ujar Hengki salahsatu pengunjung yang hadir.

Saat ini Indonesia masih menjadi bangsa yang besar, karena menurut Soekarno “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya,” dan semoga akan tetap seperti itu.

 

Egi Gias Purnama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *