Puisi-Puisi Billie

Tiga Panggilan Penting

 

Di masjid megah yang mengadakan tabligh akbar

Teleponmu berdering. maka kaubiarkan.

kembali berdering. kau menyenyapkannya.

waktu itu kau sedang mencoba menarik air mata keluar

dari jutaan mata yang menonton.

menggunakan kekuatan kata-kata

kau berbicara dan berusaha menyayat

hati orangorang dengan satu kata

yang tetap bisa membuat orang dewasa

menangis: Ibu

 

Kemudian kau tertawa seraya

membayangkan nasibnya

yang renta, kesepian, dan sering

sakit-sakitan. Maka kau teringat pesan ibumu:

pulanglah. Kau tak perlu merasa asing

di rumahmu sendiri

kemudian,.

Teleponmu kembali bergetar

muncul wa dari ayahmu:

ibumu mati. sendirian. pulanglah!

kau tak asing bukan, dengan ibumu sendiri

 

sebelum kau menyesal dan mematikannya

teleponmu mengabari bahwa

ada panggilan tak terjawab dari

Ibumu

Ibumu..

Ibumu.

kemudian (pesan) ayahmu.

 

Jatinangor, 2018


 

Beberapa Saat Setelah Pulsamu Habis

Kau merasa hari ini terlalu membosankan. sebab jauh dari keramaian dan tidak ada kata kerja yang menuntut diselesaikan. kau mulai memaki matahari dan bulan yang malas bergerak. ranting pohon mangga di depan kamar mengusilimu dengan mengempaskan dedaunan secara perlahan.

 

Bunga mawar yang kau petik tadi siang enggan merontokkan kelopaknya. kau usapusap layar hapemu secara acak dan tak sadar. jarum waktu terasa melambat.sedang pesan yang kau tunggu tak juga datang. Ac mencoba mendinginkan ujung akalmu, sedang televisi di ruang tamu menggoda kegelisahanmu. Setidaknya kini kau tahu, barangbarang elektronik tidak bisa menenangkanmu.

 

Kau mencari pelarian pada bukubuku canggihmu. namun katakata dalam buku itu malah membuatmu semakin mengingat seseorang yang entah aku entah siapa telah membuatmu gelisah. burung pipit dalam pikiranmu bernyanyi dan kau tak bisa menghentikannya.

 

Resah. keisengan dalam hatimu menggeliat. layar hapemu meronta-ronta minta dipijat. padahal baru dua jam yang lalu kau habiskan pulsa ponselmu untuk mengucap katakata yang tak saling kalian mengerti. kini kau menyadari. teknologi malah membuat hidupmu gelisah tak ketulungan.

 

Tibatiba kau menyalakan laptop dan mengabaikannya. angin mengetuk sekali saja dan kau biarkan mereka masuk. beranda rumahmu masih sama seperti kunjungan ketujuhmu. sedang di luar, langit yang jauh dan cerah belum menggerakkan awan barang sesenti pun.

 

Beberapa saat setelah pulsamu habis. Kau perlu menarik napas panjang dan asupan kabar yang menggembirakan. sebab kalian telah sepakat untuk tak saling mengabari. sebab kau sedang mencoba memenuhi janji yang tak akan bisa kau tepati.

 

Garut, 2018

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *